Jumat, 30 Desember 2011

SEBUAH PERBAHAN


SEBUAH PERUBAHAN


       Dalam kehidupan ini sering kali kita dalam menyikapi hidup bahwa nasib adalah sebuah takdir dari Tuhan. Hal inilah yang menjadi faktor besar bagi setiap orang dalam menjalani hidup selalu bersikap untuk pasrah dengan keadaan. Memang benar besar dan kecilnya rizki yang kita dapatkan dari Tuhan itu harus kita terima dan mensyukurinya, karena adalah suatu kesalahan  yang sangat fatal bila kita mengingkari segala sesuatu yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita sebagai hambanya,  namun bukan berarti kita harus bersikap pasrah dengan keadaan.

        Sesungguhnya Tuhan tidak menyukai hambanya yang hidup bermalas-malasan. Oleh sebab itu sudah seharusnya kita sebagai hambaNya harus terus berusaha  dalam menjalani hidup ini guna mendapat perubahan yang lebih baik.

        Beruntunglah bagi setiap orang apabila hari ini merasa dirinya lebih baik dari hari sebelumnya, dan merugilah bagi setiap orang apabila hari ini merasa dirinya tidak lebih baik dari hari yang sebelumya.

            Seperti halnya kisah seekor ulat yang menjadi kupu-kupu. Seperti kita ketahui bahwa ulat adalah hewan melata yang habitatnya biasanya hidup di pepohonan. Pernah terbesit dalam pikiran sang ulat bahwa bila dia masih berada di dalam pohon tersebut suatu saat daun-daun yang sebagai sumber makanannya pada pohon itu pasti akan habis. Sehingga dia berusaha keluar dari pohon itu dengan berbagai cara dan keinginan. Sesekali dia melihat kebawah dan ingin sekali menjadi seperti seekor cacing tanah, dia mengira sepertinya enak menjadi seekor cacing yang hidupnya hanya berada dibawah tanah dengan sumber makanan yang melimpah ruah, tetapi sesekali dia melihat seekor cacing tersebut lenyap tanpa sisa terlahap oleh seekor ayam yang sedang memburunya dengan kuku-kukunya yang buas mengobrak-abrik tanah tempat cacing itu berdiam. Dengan melihat peristiwa tersebut maka sang ulat pun mengurungkan niatnya untuk turun ketanah. Kemudian sang ulat pun berfikir lagi dan melihat keatas sambil berharap ingin menjadi seekor burung yang bisa terbang bebas kesana kemari tanpa ada yang menghalangi, namun apalah daya seekor ulat yang tidak mempunyai sayap mana mungkin dia bisa terbang seperti burung. Namun sang ulat pun tidak berputus asa sampai disini saja, dia terus berusaha agar bisa terbang seperti burung, diiringi keinginan dan kerja keras yang kuat serta doa yang tiada hentinya kepada Tuhan, maka terkabulkanlah oleh Tuhan apa yang diharapkan sang ulat tersebut. Setelah sekian lama sang ulat tersebut berada dipohon, setelah dia mengenyangkan perutnya kemudian dia berpuasa sekian lamanya dengan menggulungkan dirinya didalam kepongpong maka berubahlah sang ulat tersebut menjadi seekor kupu-kupu, dan sesungguhnya inilah wujud dari doa dan kerja kerasnya. Seperti yang kita ketahui sebelumbnya bahwa seekor ulat adalah hewan melata yang hanya memakan daun-daunan dimana dia singgah kini telah menjadi seekor kupu-kupu yang indah yang bisa terbang kesana-kemari makanan yang dimakan pun sudah menjadi lebih baik dari sebelumnya yaitu berupa sari-sari bunga yang manis rasanya.

               Kesimpulanya adalah sebuah perubahan bisa terwujud apabila kita mau berusaha bekerja keras dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa karena sesungguhnya Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum apa bila kaum tersebut tidak mau untuk merubahnya.


Thank's, Semoga bermanfaat

Salam Sukses




Tidak ada komentar:

Posting Komentar